Bermula Dengar Keluhan Ibu Rumah Tangga soal Fasilitas Ojek Online, Choerul Ciptakan JegBos

Bermula mendengar keluhan konsumen ojek online, yang mayoritas ibu rumah tangga, Choerul Amar (36) menciptakan JegBos. Yang membedakan dari ojek online yang lebih dulu ada, JegBos tidak menggunakan aplikasi khusus. Konsumen cukup melakukan transaksi lewat WhatsApp. Selain menawarkan jasa ojek, JegBos juga melayani permintaan konsumen untuk berbelanja.

Choerul mengatakan, lewat JegBos, konsumen bisa berbelanja maksimal tiga barang, atau bisa juga belanja di tiga toko berbeda, kesemuanya hanya dengan satu tarif. Ojek Online Tanpa Aplikasi Khusus “Misalnya belanja di pasar, bisa melalui driver kami untuk berbelanja di tiga toko. Namun, jika lebih dari itu, baru ada ongkos tambahan,” ujarnya.  Pria yang tinggal di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ini menuturkan, ia membuat JegBos usai mendengar keluhan-keluhan konsumen soal fasilitas ojek online, salah satunya saat ingin berbelanja lebih dari satu tempat. “Konsumen mengeluh saat menggunakan jasa ojek yang menggunakan aplikasi. Alasannya, selain ponsel penuh aplikasi, juga saat hendak belanja hanya bisa memilih toko atau warung satu item saja,” ucapnya.

Untuk memudahkan konsumen, dirinya membuat ojek online tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. “Mereka kebanyakan mager atau malas gerak. Jadi kami memberi pelayanan cukup dengan WhatsApp saja,” tutur Choerul. Berkantor di Dusun Randusari RT 003/RW 004 Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, JegBos berupaya merangkul semua usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa, sehingga bisa lebih dikenal konsumen. Ia berharap, layanan JegBos bisa memberi kemudahan bagi konsumen dan pelaku usaha. “Jadi jika ojek online yang ada hanya saat ini fokus di perkotaan, maka JegBos ini akan melayani, serta mengakses pelayanan masyarakat hingga ke pelosok pedesaan,” terang Choerul.

Sumber: Kompas.com

Tentang master